Gebrakan 100 hari kabinet: Kebijakan Pembangunan Ekonomi Nasional

    ABC Club
    By ABC Club

    Kabinet Indonesia Bersatu, pemerintah akan menetapkan kebijakan pembangunan industri nasional.

    Hal ini terungkap dalam pertemuan sosialisasi konsep kebijakan pembangunan industri nasional yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian pada tanggal 9 Desember 2004 di Ruang Cendrawasih Gedung Departemen Perindustrian, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.
     
    Pada pertemuan sosialisasi ini, pihak Departemen Perindustrian mengundang jajaran Kadin Indonesia yang dipimpin oleh Rachmat Gobel, (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan). Ikut hadir pada pertemuan itu, antara lain Noes Soediono, (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pangan dan Agrobisnis). Selebihnya beberapa orang Ketua Komite Tetap di lingkungan Kadin Indonesia dan anggota LP3E Kadin Indonesia.
     
    Dalam pemaparan sosialisasi yang disampaikan oleh Agus Tjahayana, (Kepala Balitbang Depperindag), dikemukakan ada 31 jenis sub sektor komoditas yang prospektif baik untuk pasar ekspor maupun pemenuhan kebutuhan domestik yang akan diprioritaskan untuk dikembangkan yakni : industri agro (10 jenis), industri transportasi (4 jenis), industri berbasis manufaktur (11 jenis), industri kecil dan menengah (7 jenis).
     
    "Pertumbuhan sektor industri untuk tahun 2004 - 2009 ditargetkan minimal 8,8%, karena jika kurang dari angka ini maka sektor industri tidak akan mampu menggerakkan sektor ekonomi lainnya" kata Agus.
     
    Diharapkan pada bulan Januari 2005 kebijakan ini sudah resmi diluncurkan oleh Pemerintah. rnrnDisela sela acara diskusi, pihak Departemen Perindustrian meminta kepada Kadin Indonesia beserta Asosiasi yang terkait, dapat memberikan masukan untuk penyempurnaan konsep kebijakan ini dalam waktu dekat.[kadin]
    ABC Club

    ABC Club

    ABC Club